Sultan Arya Kencana

Sultan Arya Kencana

Karya: Muhammad Masyhudul Haq

Langit terlihat sangat gelap, angin berhembus sangat kencang, hujan turun begitu deras. Jelas sekali dalam keadaan seperti ini akan menciutkan mental seseorang untuk melakukan pelayaran. Namun berbeda dengan Sultan Arya Kencana yang tidak akan membatalkan niatnya demi melakukan sebuah penyerangan kepada sebuah kota yang telah dilengkapi pelindung yaitu sebuah benteng yang tegak berdiri dan sebuah parit yang dalamnya sepuluh meter yang jelas sekali akan menenggelamkan seorang tentara yang kekar dan tinggi sekalipun. Semua pelindung ini demi menyerang mental seorang tentara musuh,”kota yang paling kuat pertahanannya” inilah gelar yang ditujukan kepada sebuah ibu kota Frank. Namun berbeda dengan sultan Arya Kencana yang sejak kecil selalu dilatih mentalnya. Didalam hatinya tertanam kata-kata “hidup mulia atau mati syahid”. Sultan Arya kencana adalah anak dari seorang raja yang bernama Sultan Mahmud. Dari sejak kecil sudah memiliki kepribadian yang mulia. Jarang beliau berbuat kejahatan. Bahkan beliau sama sekali tidak meminum minuman Keras. Dari akhlaknya dan juga cara bicaranya sudah mencerminkan kepribadiannya yang baik, selain akhlaknya yang sangat mulia, dalam hal keagamaannya beliau selalu di bimbing oleh syaikh-syaikh yang sangat paham dalam hal agama untuk mengingat kan kepada Sultan Arya Kencana tentang betapa pentingnya kita patuh terhadap ajaran agama Islam. Pada umur tujuh belas tahun tepat pada saat menginjak ke dewasaannya beliau dilatih oleh ayahnya dalam berperang, ayahnya menyuruh seorang komandan pasukan yang terbaik yang dia punya agar mengajari anaknya menjadi seorang yang ahli dalam berperang. Beliau tidak pernah mengeluh ketika mendapat hukuman, mungkin tak selayaknya anak dari seorang raja mendapatkan hukuman-hukuman yang begitu berat, akan tetapi beliau tidak pernah memandang derajat-derajat seseorang bahkan beliau memiliki banyak teman yang umumnya anak-anak miskin yang tidak mampu. Dua tahun kemudian setelah Beliau belajar dalam peperangan, lalu Ia dipanggil oleh ayahnya dan di suruhlah sultan Arya kencana itu untuk berperang secara spontan. sultan Arya kencanamerasa kaget karena dia berfikir bahwa dia hanyalah anak kecil yang baru menginjak umur sembilan belas tahun, apakah umurnya itu cukup untuk berperang?. “Wahai ayah handa, tidaklah pantas bagi hamba untuk melakukan peperangan di usia hamba yang sekarang, hamba masih belum memiliki pengalaman apapun dalam berperang” raden Arya kencana merasa takut, karena ini adalah hari pertamanya beliau mendapatkan tugas dalam berperang. “wahai anakku, aku ingin engkau kelak menjadi pengganti ku, oleh karena itu ayah ingin engkau memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan peperangan”. Sultan Arya kencana akhirnya mengerti mengapa ayahnya begitu memperhatikan dan begitu sungguh-sungguh dalam melatih kedisiplinan Dan melatih mentalnya agar tidak gempar walau menghadapi seratus ribu tentara sekalipun. Butiran embun yang segar ditemani oleh suara kicau burung yang merdu dan sorotan sang surya yang menyilaukan melengkapi suasana pagi yang sangat cerah. Pada saat itu para tentara dan tentunya sultan Arya kencana sendiri sedang sibuk mempersiapkan diri untuk melakukan peperangan melawan suku barbar yang mana mereka adalah musuh dari kerajaannya yang bersekongkol dengan kerajaan Frank yaitu musuh utama dari kerajaan sultan Mahmud. Kala itu sultan Arya Kencana sadar bahwa dalam peperangan itu nyawalah yang di pertaruhkan, Ia membayangkan jikalau sebuah pedang melesat kencang untuk mencabik, menggorok, mencingcang beliau, hal yang harus di lakukan adalah menghindar atau dengan menyerangnya dengan kecepatan yang lebih tinggi dari ayunan pedang lawannya. Kala itu Ia mendatangi seorang yang paling di anggap mulia oleh dirinya yaitu seorang yang telah melahirkannya ke dunia ini. Benar, seorang ibu yang sangat mulia. “wahai ibunda, do’akan hamba agar hamba menang dalam peperangan Dan agar hamba bisa menemui kembali sosok yang paling mulia di kehidupan hamba ini yaitu engkau wahai ibunda” setetes air menetes dari mata beliau yang kala itu beliau sedang mencium tangan ibunya. “berdirilah wahai anakku, ibu Akan selalu mendo’akanmu insya Allah do’a ibu akan di kabulkan oleh Allah” dan pada saat itu pula ibu sang sultan mencium keningnya dan sama-sama saling meneteskan air mata. Seusai beliau meminta do’a dari seorang yang telah melahirkannya saatnya skrg Ia berangkat bersama tentara gagah berani untuk menghadapi suku barbar yang berada di bukit ozon. Dengan di temani panglima perang, sultan Arya kencana meliahat bagaimana sang panglima menyusun strategi agar mendapatkan suatu kemenangan yang gemilang. Sang panglima membagi dua pasukan yaitu pasukan garis depan dan pasukan Cavalery dan menyusun strategi agar pasukan Cavalery menyerang pasukan babar dari belakang melewati belakang bukit yang mana harus melewati sungai yang sangat deras airnya. Akhirnya pun tiba, semua pasukan saling berhadap-hadapan untuk saling menyerang, sang komandan memerintahkan pasukan garis depan untuk menyerang pasukan barbar. Perang pun pecah, setiap orang berlomba membunuh lawan-lawannya termasuk juga sang sultan, beliau memperlihatkan seni beladiri yang telah Ia pelajari selama dua tahun lamanya. Pasukan cavalery mulai bergerak, masing masing punya tehnik tersendiri dalam menyebrangi sungai yang arusnya sangat deras. Ketika sampai pasukan cavalery berada di belakang pasukan musuh, langsung saja pasukan cavalery menyerangnya dari belakang maka pasukan musuh terdesak, mendapat perlawanan dari dua arah karena sangatlah sulit bertahan dengan mendapat tekanan dari dua arah, Dan karena pasukan barbar tidak dapat menahan lagi, maka mereka kocar kacir, mencari tempat persembunyian dan perlindungan. Kemenangan pun di raih oleh sang sultan, sultan Arya Kencana berhasil membunuh tiga belas orang tentara musuh akan tetapi beliau terluka pada bagian kakinya karena tersayat pedang musuh. Para pasukan sangat bahagia karena mendapatkan kemenangan yang gemilang, dan melaporkannya kepada raja tak tertahankan lagi sang bunda yang melihat anaknya kembali dengan selamat menyambut kedatangannya dan memeluknya erat-erat sambil mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan anaknya. Sultan mahmudpun mengadakan pesta dengan mensedekahkan hartanya kepada masyarakat sebagai bentuk syukur atas kemenangan yang gemilang ini. Waktupun berlalu sangat cepat, sultan Arya Kencana telah menginjak usia yang ke dua puluh Lima tahun. Telah banyak sekali pengalaman-pengalaman perang yang beliau hadapi. Beliau terus berperang dengan suku barbar yang hasilnya selalu sangat memuaskan. Dan pada akhirnya suku barbar kehilangan sebagian besar daerah-daerah kekuasaannya. Mereka terdesak dan semakin terdesak. Tak terasa daerah mereka hanya tinggal satu wilayah lagi, mereka merasa cemas, takut, gelisah dan berfikir “inilah akhir dari suku barbar”. Pasukan sultan berbaris dengan rapi di depan benteng yang tegap yang dijaga oleh para pemanah Dan para infanteri yang ahli dalam peperangan. Kali ini sang sultanlah yang memipin pasukan yang sekaligus memberi komando dan menyusun strategi yang akan membobolkan benteng yang super kuat itu. Tak lupa sang sultan melakukan sholat malam demi memohon kepada Allah agar di sukseskan dalam menaklukan daerah terakhir kekuasaan barbar. Karena dengan ditaklukannya daerah barbar bisa menjadi jalan keluar agar dengan mudah menaklukan kerajaan frank, yaitu musuh utama kerajaan sang sultan. “tuanku, apakah tuan mempunyai rencana yang Bagus demi memecahkan pertahanan musuh?” Tanya seorang tentara cavalery”. “Emmm… Prajuritku, apakah ada di antara tembok ini ada yang mungkin sedikit rapuh?” jawab sang sultan sambil berfikir, “kami berhasil mengambil informasi bahwa tembok benteng yang berada di sebelah selatan terlihat lebih kusam Dan terlihat sedikit rapuh di banding tembok lain” jawab prajurit cavalery, “segera siapkan manjanik dan catapult!! Kita runtuhkan tembok yang berada di sebelah selatan!”perintah sang sultan, Serentak seluruh pasukan bergerak menyiapkan manjanik yang akan membobol beteng yang kokoh tersebut. Setiap manjanik catapult di beri peluru batu yang sangat berat yang nantinya akan menghancurkan Apa-Apa yang ada di depannya. Tetapi sultan berfikir bahwa batu yang ukurannya hanya sebesar dua genggam tangan orang dewasa bisa menghancurkan tembok yang sangat besar, apalagi jika ukuran batu tersebut di tambahkan ukurannya maka akan lebih dahsyat kekuatannya. “prajuritku, segera buatkan untukku manjanik Dan catapult yang ukurannya lebih besar dari manjanik dan catapult biasa dan segera buatkan amunisi yang lebih besar juga!” perintah sultan, “baik laksanakan!”. Secara serentak seluruh prajurit logistik segera membuat manjanik dan catapult yang besar, yang ukurannya besar. Ketika ditembakan peluru dari manjanik tertsebut maka terdengar suara yang menggelegar dahsyatnya, peluru besar dari manjanik besar itu menghancurkan sebagian besar dari benteng tersebut sehingga mudah untuk dimasuki dan diserang tentara sultan. Maka dengan bersegera sultan memerintahkan kepada tentara garis depan untuk masuk dan menyerang ke dalamnya. Seluruh tentara berlari, ketika memasuki benteng tersebut mereka di sambut oleh serangan dari dalam, pertempuranpun akhirnya pecah, banyak di antara tentara-tentara sultan yang mati di medan perang, akan tetapi dengan penuh semangat akhirnya tentara sultan bisa menekan masuk terus ke dalam hingga ditangkaplah raja dari suku barbar tersebut. Para tentara sangat gembira, dan ketika informasi sampai kepada sultan mahmud, sultan mahmudpun merasa bangga kepada anaknya Dengan seiring berjalannya waktu, sultan Mahmudpun jatuh sakit. Dan setelah menderita karena sakit yang berkepanjangan, maka sultan Mahmudpun meninggal. Berita meninggalnya sultan Mahmud sampai pada kerajaan Frank. Mereka sangat bergembira sekali dengan berita kematian sultan Mahmud karena mereka menganggap bahwa sultan Mahmud adalah lawan yang paling tangguh, yang sangat memerangi kerajaan Frank. Maka diangkatlah Arya Kencana menjadi sultan menggatikan ayahnya yang mati karena serangat penyakit. Maka kerajaan Frankpun sangat bergembira akan naiknya Arya Kencana menjadi sultan, karena mereka menganggap dia ada anak muda yang rakus yang hobinya hanya hura-hura, padahal rakyat kerajaan sultanpun mengaggap bahwa sultan adalah anak yang baik, berakhlak mulia dan hidupnya yang sederhana, dan dia pula yang nantinya akan menaklukan seluruh kerajaan Frank. Waktu terus berjalan, akhirnya peperangan antara Frank Dan sultan Arya Kencanapun akan di mulai. Sang Sultan membangun pasukan elite khusus yaitu pasukan cavalery yang mana sang sultan memberikan pelajaran-pelajaran penting kepada mereka tentang prinsipnya yaitu “hidup mulia atu mati syahid” untuk menjadi motivator bagi setiap pasukannya agar berjuang dengan ikhlas dan tidak takut kepada kematian. Pohon melambai-lambaikan rantingnya seakan dia menjadi saksi sejarah pertempuran antara pasukan sultan dan pasukan Frank. Mereka mulai berhadap-hadapan dan setuju perang akan di awali dengan adu pasukan terbaik. Dari Frank muncul seorang yang kekar besar dan menakutkan, dari sultan muncul seorang yang ideal, sedang, dan wajahnya terlihat biasa saja. Dimulai lah pertarungan prajurit terbaik, keduanya memperlihatkan seni beladiri yang sangat menakjubkan, mereka terus menerus menghembuskan pedangnya dan menghindar. Prajurit dari Frank mengandalkan kekuatannya, tetapi prajurit dari sultan menggunakan tenaga juga fikirannya, dan akhirnya prajurit dari Frank tergorok oleh prajurit dari pihak sultan. Dan pertempuranpun terjadi, mereka saling membeladiri mereka dan saling berlomba membunuh lawannya. Pada awalnya pasukan sultan Arya Kencana tertekan mundur, akan tetapi setelah mereka meneriakan secara serentak “allahu akbar” semangat mereka menggelegar, pasukan sultan berhasil memukul mundur pasukan Frank dan akhirnya pasukan Frank kocar-kacir bagai hewan yang tersesat tidak tau arah. Maka pasukan Sultan pulang dengan gembira, meraih kemenangan yang gemilang. Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, waktu tidak terasa. Banyak wilayah-wilayah Frank yang diambil alih oleh kerajaan Sultan. Dan pada akhirnya hanya satu wilayah saja yang tersisa yang mana ini menjadi wilaya terpenting bagi kaum Frank. Ya sebuah kota Frank yang dilindungi benteng yang besar serta parit yang dalam yang sangat menakjubkan. Cuaca pada hari itu sangat buruk. Terjadi badai dilautan. Tetapi hal. Ini tidak menjadi masalah bagi sultan yang memang telah merencanakan secara matang dalam penaklukan ini. Sultan segera menaiki perahu Dan berlayar ke kota terpenting Frank tersebut. Sesampainya di pantai sultan melihat dan menselidiki bagaimana cara untuk mengubur parit yang dalamnya sepuluh meter tesebut. Dan ternyata sultan sangat pintar. Jikalau benteng itu diruntuhkan maka secara otomatis batu-batu dari benteng itu akan menumpuki parit-parit dan akhirnya dapat di pijak oleh para tentara. Maka dikumpulkanlah para prajurit logistik untuk membuat banyak catapult dan manjanik untuk bisa merobohkan benteng yang super kokoh itu. “siapa!!! Tembak!!” perintah sang Sultan, maka melayanglah batu-batu besar dan alhasil benteng tersebut roboh dan parit tersebutpun sudah terisi dengan benda-benda padat dari benten itu. Mulai lah bergerak pasukan garis depan untuk memporakporandakan pasukan Frank. Pasukan Sultan terus menekan dan menekan. Dan akhirnya pasukan Frank menyerah dan Frankpun terhapus dari catatan kerajaan yang ada di seluruh dunia. Tak ada lagi permusushan, tak ada lagi peperangan. Inilah yang sedang dialami sultan dan rakyatnya. Hidup dengan damai dan pada akhirnya “kerajaan yang paling tentram” inilah gelar yang dikatakan oleh seluruh orang yang ada di dunia.

Tentang masyhudulhaq123

hello guys!!! kenalin nama gw muhammad masyhudul haq, panggil aja gw MUD. mungkin yang ngeliat nama gw pada ngerasa aneh, soalnya belum pada denger nama itu, tapi jgn salah brooo nama masyhudul haq itu punya arti cakep bangeet "yang disaksikan kebenaran" mantaaaap (y). okay gw lulusan pesantren ppi 50 lembang, dan gw skrg sekolah di Sman1 subang, ngenes banget yah.. pengennya sih dilanjutin lagi ke pesantren biar ilmunya tambah mantaaap. Hobby gw mungkin baca-baca novel fantasy atau kalo olahraganya mah futsal. insya allah mau dilanjutin ke perguruan tinggi ITB. syukran... follow juga tweet gw yah @masyhudul_haq
Pos ini dipublikasikan di cerpen. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s