pengenalan ormas PERSIS

bismillahirrahmanirrahim
saya selaku santri dari pesantren persatuan islam no 50 lembang akan memperkenalkan kepada semuanya apasih ormas PERSIS itu menurut Shiddiq Aminullah:
Bismillahirrahmanirrahim.
Persatuan Islam lahir bermula dari sebuah kelompok diskusi yang concern terhadap kondisi Islam dan muslimin waktu itu. Saat itu, situasi kejumudan berpikir tentang masalah-masalah keislaman terbelenggu kuat oleh doktrin “pintu jihad telah tertutup” dan “wajib bermazhab”. Kondisi ini melahirkan sikap taklid buta yang membawa implikasi semakin merajarelanya syirik, bid’ah, dan munkarat lainnya. Kondisi ini juga diperparah oleh kebijakan kolonial Belanda yang melakukan pemiskinan dan pembodohan umat islam, bagian terbesar bangsa ini. Pemiskinan itu dilakukan melalui monopoli ekonomi dan pembatasan akses umat ke dunia sosial-ekonomi. Pembodohan ini dilakukan melalui pembatasan kesempatan belajar, pemaksaan khutbah jum’at dengan menggunakan bahasa Arab, pelarangan penerjemahan dan penafsiran Alqur’an, dan pembatasan kebebasan kegiatan dakwah dan penerbitan buku-buku keislaman.
Kelompok diskusi yang kemudian melembaga menjadi kelompo jam’iyyah yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan itu diberi nama Persatuan Islam atau Persis. Kelompok diskusi ini juga menyadari benar bahwa jalan yang ditunjukan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk tatbiqus-syari’ah atau mewujudkan masyarakat muslim yang mengamalkan ajaran islam dengan baik dan benar dalam segala aspek kehidupannya adalah jalan dakwah. Dakwah yang dimaksud dalam pengertian luas, tidak hanya bil-lisan, tetapi juga dengan bil-kitabah dan bil-lisani-hal melalui perbaikan kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, seni dan budaya, serta jalur politik. Dengan memanfaatkan semua media dakwah yang ada dan makruf. Persis secara konsisten mengusung motto “ar-Ruju’ ila al-qur’an wa as- sunnah”. Tema dakwah yang banyak diusung pada awal kemunculannya, bahkan sampai sekarang, lebih banyak menyangkut masalah akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Padahal, masalah-masalah tersebut merupakan masalah-masalah yang sangat sensitive sehingga tidak jarang yang ditemukan dalam perjalanan dakwah bukanlah akseptasi dan adaptasi, merupakan sikap resistensi-konforatif yang sangat keras. Terlebih ketika Persis menggunakan pendekatan shock teraphy melalui gebrakan-gebrakan dan perdebatan dalam rangka mencairkan kejumudan. Karena langkah ini, banyak pihak member stigma kepada Persis sebagai harakah tafriq, gerakan yang memecah-belah persatuan umat. Bahkan ada yang menuding Persis adalah agama baru. Padahal, yang dilakukan Persis bukanlah tafriq, melainkan tazkiyah. Tarfiq itu memisahkan sesuatu yang semestinya tidak boleh terpisah, seperti memisahkan lengan dan kaki dari badan, sementara tazkiyah yaitu upaya membersihkan sesuatu yang memang semestinya dibersihkan. Gerakan ini bisa juga disebut atau diibaratkan sabun yang membersihkan daki atau kotoran dari badan.
Perlahan-lahan, tetapi pasti, atsar dakwah Persis telah banyak memberi sibghoh terhadap akidah, ibadah dan akhlak umat. Pengaruh dakwah Persis bukan hanya sudah melintasi batas kota dan propinsi, tetapi telah melintas batas Negara. Jadi dakwah yang dakwah yang “dijual” oleh Persis sudah go internasional.
Sejak tahun enam puluhan Persis telah mempunyai sebuah institusi yang bernama Majlis Ulama yang kemudian berganti nama menjadi Dewan Hisbah pada masa kepemimpinan K.H.E. Abdurrahman. Tetapi pemikiran para tokohnya tampak lebih menonjol, terutama pemikiran, al-Ustadz Ahmad Hassan, Bapak Muhammad Natsir, K.H Isa Ashary, dan K.H.E Abdurrahman, dibandingkan dengan pemikiran institusional atau ijtihad jama’i. Sejak masa kepemimpinan K.H Abdul Latif Muchtar. M.A., Dewan Hisbah ini sudah mulai diberdayakan fungsi-fungsinya. Berbagai masalah lama dan baru dibahas dan diambil istinbath-ahkamnya, tak terkecuali masalah-masalah aktual yang bermunculan seiring kemajuan di bidang ilmu, khususnya di bidang bioteknologi, seperti masalah bayi tabung, surrogate mother(rahim titipan), transeksual, transplantasi, euthanasia, klonning, urine sebagai obat, pengurusan jenazah AIDS, asuransi, pasar modal, bunga bank, wakaf uang, dan plazenta sebagai bahan kosmetika.
Sebagai buah dari gerakan dakwah yang dilakukan sebagai strog point dakwah, baik individual maupun institusional, termasuk di dalamnya Persis, telah lama di masyarakat muncul semangat dan keinginan untuk mengaplikasikan ajaran islam tidak hanya pada tataran kehidupan pribadi dan keluarga, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal itu telah terleflesikan dengan munculnya berbagai gerakan, baik yang berhalauan “keras” maupun “moderat”, baik yang melalui pendekat struktural maupun cultural. Keinginan dan semangat tersebut, tentu saja mendapat tantangan yang cukup keras, baik dari kalangan penguasa maupun kalangan islamphobia, bahkan dari kalangan muslim sendiri.
Secara objektif, kita dapat menyaksikan bahwa pada tataran konseptual, pemahaman sebagian masyarakat tentang syariat islampun masih relatif sempit. Di kalangan populis awam, banyak yang memahami bahwa syariat islam itu hanya sebatas rukun islam. Di kalangan elitis-intelektual, banyak yang memahaminya hanya sebatas hukum hudud dan qishash. Mereka, jika mendengar syariat islam yang terbayang dalam benak mereka hanyalah hukum potong tangan jika mencuri dan hukum razam bagi pezina. Sebuah pemahaman yang sangat tidak propesional. Meskipun begitu, kita juga patut bersyukur karena gradual bagian-bagian dan syari’at islam itu sudah diangkat menjadi undang-undang Negara, seperti UU perbankan syari’ah, UU perkawinan, UU perwakafan, UU haji, UU perzakatan, dan komplikasi Hukum Islam (meskipun baru sebatas keputusan presiden), telah lama menjadi pegangan hakim pengadialan Agama dalam memutuskan perkara yang terkait dengan perwakafan, perkawinan dan waris.
demikian menurut Ust.shiddiq Aminullah, semoga bermanfaat bagi kita semua aamiin.

Tentang masyhudulhaq123

hello guys!!! kenalin nama gw muhammad masyhudul haq, panggil aja gw MUD. mungkin yang ngeliat nama gw pada ngerasa aneh, soalnya belum pada denger nama itu, tapi jgn salah brooo nama masyhudul haq itu punya arti cakep bangeet "yang disaksikan kebenaran" mantaaaap (y). okay gw lulusan pesantren ppi 50 lembang, dan gw skrg sekolah di Sman1 subang, ngenes banget yah.. pengennya sih dilanjutin lagi ke pesantren biar ilmunya tambah mantaaap. Hobby gw mungkin baca-baca novel fantasy atau kalo olahraganya mah futsal. insya allah mau dilanjutin ke perguruan tinggi ITB. syukran... follow juga tweet gw yah @masyhudul_haq
Pos ini dipublikasikan di PERSIS (persatuan islam). Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s