makalah hadats

HADATS

 

  1. A.    Pengertian

 

1. Bahasa

Istilah Al hadats ( الحدث ) dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang baru ( الحدیث ), maksudnya sesuatu yang sebelumnya tidak ada kemudian menjadi ada.

2. Istilah

Sedangkan secara istilah, oleh banyak ulama hadats itu diberi definisi dengan beragam redaksi, diantaranya adalah:

Status hukum syar’i (hukmi) p

Keluarnya najis dari manusia ada tubuh seseorang yang menghilangkan kesucian.[1]

Definisi Al Hanafiyah: baik lewat kedua lubang kemaluan atau lewat lubang lainnya, baik sengaja atau tidak sengaja.[2]

Definisi Al Hanabilah:

Segala yang mewajibkan wudhu atau mandi janabah.[3]

Intinya menurut hemat Penulis, hadats itu adalah sebuah keadaan dimana seseorang terlarang hukumnya melakukan beberapa ritual ibadah, dan dihilangkan atau diangkat hadats itu lewat wudhu’, mandi janabah atau tayammum.

Thaharah dari hadats ini disebut juga thaharah hukmi, karena sesungguhnya yang tidak suci itu bukan bendanya melainkan status hukumnya. Sehingga mensucikannya bersifat ritual hukum saja, tidak ada pembersihan atau penghilangan secara fisik atas noda atau najis.

Thaharah hukmi didapat dengan cara berwudhu’, mandi janabah atau tayammum.

B. Perbedaan Hadats dengan Najis

Hadats punya beberapa persamaan dengan najis, namun punya perbedaan. Di antaranya adalah:

1. Hadats Bukan Benda Tapi Status Hukum

Berbeda dengan najis yang merupakan benda yang bisa dilihat berdasarkan warnanya, baunya atau rasanya di lidah, hadats bukan berbentuk sebuah benda.

Hadats adalah status hukum seseorang karena melakukan suatu perbuatan atau mengalami suatu kejadian. Misalnya, seorang yang buang air kecil dan air besar, maka dia berstatus menanggung hadats kecil. Walau pun dia telah beristinja’ dan membersihkan semua najis yang melekat.

Dan wanita yang mendapat haidh, dia berstatus menanggung hadats besar. Walau pun haidhnya telah berhenti total dan sama sekali tidak keluar lagi. Namun selama di belum mandi janabah yang fungsinya mengangkat hadats besar, statusnya tetap dalam keadaan berhadats besar.

Macam-macam Hadats

1. Hadats Kecil, ialah keadaan seseorang tidak suci dan supaya ia menjadi suci maka ia harus wudhu atau jika tidak air/berhalangan, maka dengan tayammum.

Hal-hal yang menyebabkan seseorang berhadats kecil ialah :


Keluar sesuatu dari dua lubang yakni qubul dan dubur
. Firman Allah : “… atau kembali dari tempat buang air (kakus) …” (QS. Al-Maidah : 6).

Karena hilang akal sebab mabuk, gila atau sebab lain seperti tidur.

Rasulullah SAW bersabda : “Telah diangkat pena itu dari tiga perkara, yaitu dari anak-anak sehingga ia dewasa (baligh), dari rang tidur sehingga ia bangun dan dari orang gila sehingga ia sehat kembali.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Dari Basrah bin Shafwan sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang menyentuh kemaluannya hendaklah ia bersudhu.” (HR. Lima Ahli Hadits).

2) Hadat Besar, adalah keadaan seseorang tidak suci dan supay suci maka ia harus mandi atau jika tidak ada air/berhalangan maka denga tayammum.

Hal-hal yang menyebabkan seseorang berhadats besar ialah :

Bertemunya kelamin laki-laki dengan perempuan (bersetubuh) baik keluar mani maupun tidak.
“Apabila bertemu dua khitan maka sungguh ia wajib mandi meskipun tidak keluar mani.” (HR. Muslim).

Keluar mani, baik karena mimpi atau sebab lain.
Dari Abu Said Al-Khudri ra, ia berkata : Rasulullah SAW besabda : “Air itu dari air.” — maksudnya wajib mandi karena keluar air mani — (HR. Muslim).

Meninggal dunia.
Dari Ibnu Abbas ra, sesungguhnya Nabi SAW bersabda tentang orang yang meninggal karena terjatuh darikendaraannya, mandikanlah dengan air dan bidara dan kafanilah dengan dua kainnya.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

Haid (menstruasi), yaitu darah yang keluar dari kemaluan wanita yang telah dewasa pada setiap bulannya.

Nifas, yaitu darah yang keluar dari kemaluan wanita sehabis melahirkan.

Wiladah, yaitu melahirkan anak.

Hal-hal yang Terlarang Bagi Orang yang Berhadats
Orang yang berhadats kecil dilarang :

Sholat
Thowaf
Menyentuh dan membawa mushaf Al-Qur’an. Sebagian ulama ada yang membolehkan menyentuh dan membawa mushaf bagi orang yang berhadats kecil.

I’tikaf
Dari Aisyah ra. berkata : Hadapkan rumah-rumah ini ke lain masjid, sebab sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid untuk ditempati orang yang haidh dan junub. (HR. Annasai)

Orang yang berhadats besar karena haid, nifas dan wiladah dilarang :

Sholat
Thowaf
Membaca Al-Qur’an
Dari Ibnu Umar ra. berkata : Seorang yang junub dan wanita yang haidh tidak diperbolehkan membaca Al-Qur’an. (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Menyentuh dan membawa mushaf Al-Qur’an
Dari Abdullah bin Abu Bakar : bahwa dalam surat yang ditulis oleh Rasulullah SAW untuk Amar bin Hazem, terdapat keterangan bahwa tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali olrang yang suci. (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam keadaan mursal; Nasai dan Ibnu Hibban dengan maushul tapi ma’lul).

Berpuasa
Beri’tikaf dan dan berhenti di dalam masjid
Dari Aisyah ra. berkata : Hadapkan rumah-rumah ini ke lain masjid, sebab sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid untuk ditempati orang yang haidh dan junub. (HR. Annasai)

Berhubungan sumi istri (bersenggama)
Dari Abu Hurairah ra, berkata : Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa yang bersetubuh melalui farji istri yang sedang haidh atau menggauli istri melewati jalan belakangnya atau mendatangi tukang tenung (untuk minta diramal lalu percaya) maka sungguh telah kufur/ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad. (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Tentang masyhudulhaq123

hello guys!!! kenalin nama gw muhammad masyhudul haq, panggil aja gw MUD. mungkin yang ngeliat nama gw pada ngerasa aneh, soalnya belum pada denger nama itu, tapi jgn salah brooo nama masyhudul haq itu punya arti cakep bangeet "yang disaksikan kebenaran" mantaaaap (y). okay gw lulusan pesantren ppi 50 lembang, dan gw skrg sekolah di Sman1 subang, ngenes banget yah.. pengennya sih dilanjutin lagi ke pesantren biar ilmunya tambah mantaaap. Hobby gw mungkin baca-baca novel fantasy atau kalo olahraganya mah futsal. insya allah mau dilanjutin ke perguruan tinggi ITB. syukran... follow juga tweet gw yah @masyhudul_haq
Pos ini dipublikasikan di makalah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s