Cara membuat ikan asin

Bab I Pendahuluan

 

I.1.   Latar Belakang

Pengangguran di Indonesia semakin hari semakin meningkat, lebih dari 6,96 juta penduduk kita adalah pengangguran (Sumber : pikiran-rakyat.com). Sehingga perlu sekali ditanamkan pada generasi muda suatu budaya kreatif dan inovatif  agar  mampu menciptakan lapangan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan.

Salah satu usaha yang mempunyai prospek menjanjikan ialah membuat awetan ikan dengan cara diasin. Selain keuntungan yang menjanjikan juga makanan yang kaya protein ini sangat disenangi masyarakat Indonesia,  khususnya Jawa Barat ini. Selain itu ikan asin  tidak mudah rusak dan membuatnya relative mudah dan dengan modal yang cukup murah.

Di pasaran harga ikan asin cukup mahal, harga ikan asin jambal misalnya bisa mencapai Rp 120.000,- per kilogram dari (http://www.pikiran-rakyat.com/node/221006), ditambah lagi keamanan kesehatan yang dijual dipasaran tidak begitu terjamin karena sering kali ada pedagang yang curang dengan memberi formalin pada ikan asin supaya awet dan penampilan menarik pembeli.Berdasarkan hasil investigasi dan pengujian laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Jakarta, ditemukan sejumlah produk pangan seperti ikan asin, mi basah, dan tahu yang memakai formalin sebagai pengawet  Padahal formalin ini merupakan zat kimia yang sangat berbahaya jika masuk ke tubuh kita lewat makan, bersifat racun dan bisa menyebakan kanker. Meskipun dalam jumlah kecil, dalam jangka panjang formalin juga bisa mengakibatkan banyak gangguan organ tubuh. Apabila terhirup dalam jangka lama maka akan menimbulkan sakit kepala, gangguan sakit kepala, gangguan pernafasan, batuk-batuk, radang selaput lendir hidung, mual, mengantuk, luka pada ginjal dan sensitasi pada paru. Gangguan otak mengakibatk efek neuropsikologis meliputi gangguan tidur, cepat marah, gangguan emosi, keseimbangan terganggu, kehilangan konsentrasi, daya ingat berkurang dan gangguan perilaku lainnya. Dalam jangka panjang dapat terjadi gangguan haid dan kemandulan pada perempuan. Kanker pada hidung, ronggga hidung ,mulut, tenggorokan, paru dan otak juga bisa terjadi http://puterakembara.org/archives8/00000066.shtml)

Maka ketrampilan pembuatan ikan asin perlu diketahui masyarakat, selain keterjaminan kesehatan juga bisa dijadikan usaha keluarga, yang tentu saja bisa menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

 

I.2.   Rumusan Masalah

Penulis ingin mengetahui sejauh mana tingkat kesukaran dan keuntungan usaha pembuatan ikan asin.

 

 

 I.3.   Tujuan Penelitian

Karya tulis ilmiah ini bertujuan memberi masukan untuk mengentaskan permasalahan bangsa, yaitu pengangguran, sebagai bentuk usaha alternative yang bisa dilakukan oleh semua orang, dengan keuntungan yang menjanjikan.

Mengenalkan kepada masyarakat mengenai metoda pembuatan ikan asin yang mudah dan murah.

Ikut berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat dari zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Penulis juga ingin belajar mengungkapkan pendapat dalam bentuk karya tulisi lmiah ini, sekaligus sebagai syarat untuk mengakhiri pembelajaran di MA Persis Al-Huda Pameungpeuk Kabupaten Bandung

 

 

 

I.5.    Manfaat Penelitian

Karya tulis ilmiah ini diharapkan jadi masukan karya kreatif dari penulis, berupa cara sederhana pembuatan ikan asin dengan sekala rumah tangga, sehingga bisa menambah penghasilan keluarga.

Bagi masyarakat yang menyenangi makanan ikan asin, keamanan tidak adanya zat yang berbahaya pada makanan menjadi ketenangan tersendiri.

Bagi adik-adik dapat memotipasi siswa-siswi di MA Persis Al-Huda Pameungpeuk Kabupaten Bandung untuk berani mengemukakan ide kreatif dan belajar menulis.

 

 


 

Bab. II  Tinjauan Pustaka

 

II.1 Ikan asin

 

Bahasa Indonesia: Ikan asin jambal

Bahasa Indonesia: Ikan asin jambal (Photo credit: Wikipedia)

 

Penjual melayani pembeli ikan asin di Pusat Pasar, Medan, Rabu (24/8).

Ikan asin adalah bahan makanan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan menambahkan banyak garam. Dengan metode pengawetan ini daging ikan yang biasanya membusuk dalam waktu singkat dapat disimpan di suhu kamar untuk jangka waktu berbulan-bulan.

Beraneka jenis ikan yang biasa diasinkan, baik ikan darat maupun ikan laut. Ikan-ikan ini dikumpulkan dalam suatu wadah dan lalu ditaburi atau direndam dalam larutan garam pekat.

Ikan-ikan yang besar biasanya dibelah atau dipotong-potong lebih dulu agar garam mudah meresap ke dalam daging.

Karena perbedaan kepekatan dan tekanan osmosis, kristal-kristal garam akan menarik cairan sel dalam daging ikan keluar dari tubuhnya. Sementara itu partikel garam meresap masuk ke dalam daging ikan. Proses ini berlangsung hingga tercapai keseimbangan konsentrasi garam di luar dan di dalam daging.

Konsentrasi garam yang tinggi dan menyusutnya cairan sel akan menghentikan proses autolisis dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam daging ikan.

Faktor-faktor yang berpengaruh

Kecepatan penetrasi garam ke dalam tubuh ikan dipengaruhi oleh beberapa hal. Di antaranya:

  • Konsentrasi garam

Semakin tinggi konsentrasi garam yang digunakan, semakin cepat proses masuknya garam ke dalam daging ikan. Akan lebih baik apabila digunakan garam kristal untuk mengasinkan.

  • Jenis garam

Garam dapur murni (NaCl 95%) lebih mudah diserap dan menghasilkan ikan asin dengan kualitas yang lebih baik. Garam rakyat mengandung unsur-unsur lain (Mg, Ca, senyawa sulfat), kotoran, bakteri dan lain-lain yang dapat menghambat penetrasi garam dan merusak rasa ikan.

  • Ketebalan daging ikan

Semakin tebal daging ikan, proses pengasinan akan membutuhkan waktu yang semakin lama dan garam yang lebih banyak. Sehingga ikan-ikan besar biasanya dibelah-belah, dikeping atau diiris tipis sebelum diasinkan.

 

 

 

  • Kadar lemak dalam daging

Kadar lemak yang tinggi (di atas 2%) akan memperlambat penetrasi garam ke dalam daging ikan.

  • Kesegaran daging ikan

Ikan yang kurang segar memiliki daging yang lebih lunak dan cairan tubuh yang mudah keluar, sehingga proses pengasinan bisa lebih cepat. Namun juga garam yang masuk dapat terlalu banyak sehingga ikan menjadi terlalu asin dan kaku.

  • Suhu daging ikan

Semakin tinggi suhu daging ikan, semakin cepat garam masuk ke dalam tubuh ikan.

Mengonsumsi ikan asin secara terus menerus itu dapat menyebabkan kanker, juga kanker nesofaring. Nasofaring adalah daerah tersembunyi yang terletak di belakang hidung berbentuk kubus.  Bagian depan nasofaring berbatasan dengan rongga hidung, bagian atas berbatasan dengan dasar tengkorak, serta bagian bawah merupakan langit-langit dan rongga mulut.
Ikan asin itu merupakan mediator utama dalam pembentukan dan perkembangan virus  Epstein-Barr. Virus Epstein-Barr adalah virus yang berperan penting dalam timbulnya kanker nasofaring. Virus yang hidup bebas di udara ini bisa masuk ke dalam tubuh dan tetap tinggal di nasofaring tanpa menimbulkan gejala.

II.2 Pembuatan Ikan Asin

Metode Penggaraman

Penggaraman dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu penggaraman kering   (dry salting), penggaraman basah (wet salting), kench salting

1. Penggaraman kering (dry salting)
Pada penggaraman kering dapat digunakan baik untuk ikan ukuran besar maupun kecil. Penggaraman ini menggunakan garam berbentuk Kristal. Ikan yang akan diolah ditaburi garam lalu disusun secara berlapis-lapis.Setiap lapisan ikan diselingi lapisan garam
2. Penggaraman basah (wet salting)
Proses penggaraman dengan metode ini menggunakan larutan garam sebagai media untuk merendam ikan
3.Penggaraman kench salting
Penggaraman ini hampir serupa dengan penggaraman kering. Bedanya, cara ini menggunakan kedap air. Ikan hanya ditumpuk dilantai atau menggunakan keranjang

II.2.1  Membuat Ikan Asin dengan Cara Penggaraman Kering

1.Lakukan penyiangan ikan yang akan diolah kemudian dicuci agar bersih hingga bebas dari sisa-sisa kotoran
2.Sediakan sejumlah garam kristal sesuai berat ikan, untuk ikan berukuran besar jumlah garam yang harus disediakan berkisar 20 – 30% dari berat ikan, untuk ikan berukuran sedang 15 – 20%, sedangkan ikan yang berukuran kecil 5%.
3. Taburkan garam ke dalam wadah / bak setebal 1 – 5 cm, tergantung jumlah garam dan ikan yang akan diolah. Lapisan garam ini berfungsi sebagai alas pada saat proses penggaraman
4. Susunlah ikan di atas lapisan garam tersebut dengan cara bagian
perut ikan menghadap ke dasar bak. Selanjutnya taburkan kembali garam pada lapisan ikan tersebut, lakukkan penyusunan ikan dan garam secara berlapis-lapis hingga lapisan teratas adalah susunan dengan lapisan lebih banyak/tebal
5.Tutuplah tumpukan ikan dan garam tersebut dengan keranjang /anyaman bamboo dan beri pemberat di atasnya.
6.Biarkan selama beberapa hari untuk terjadinya proses penggaraman.
Untuk ikan berukuran besar selama 2-3 hari, ikan yang berukuran sedang dan ikan yang berukuran kecil selama 12-24 jam
7.Selanjutnya cucilah dengan air bersih dan tiriskan, susun ikan di atas para-para penjemuran
8.Pada saat penjemuran / pengering, ikan sekali-kali dibalik agar ikan cepat mongering

 

 

II.2.2  Membuat Ikan Asin dengan Cara Penggaraman Basah

1.Siapkan larutan garam jenuh dengan konsentrasi larutan 30 – 50%
2.Ikan yang telah disiangi disusun di dalam wadah / bak kedap air,
kemudian tambahkan larutan garam secukupnya hingga seluruh ikan tenggelam dan beri pemberat agar tidak terapung
3.Lama perendaman 1 – 2 hari, tergantung dari ukuran / tebal ikan dan derajat keasinan yang diinginkan
4.Setelah penggaraman, bongkar ikan dan cuci dengan air bersih. Susun ikan di atas para-para untul proses pengeringan / penjemuran

 

 

 

 

Bab III  Metodologi

III.I.  Tempat dan Waktu Percobaan

Penelitian pembuatan ikan asin dilakukan dengan survey dan percobaan pembuatan ikan asin yang dilaksanakan di rumah penulis pada tanggal  19 Mei 2013 dari pukul 06.00 sampai pukul 16.00.

III.2.  Alat dan Bahan

III.2.1 Alat

Peralatan yang digunakan adalah baskom, pengaduk dan tali rapia.

III.2.2 Bahan

Bahan bahanyang digunakan untuk membuat 1,0 kilogran ikan asin jambal adalah :

  1. Garam dapur 250 gram harga Rp 500,-
  2. Ikan basah jambal dagingnya saja 1 kilogram Rp 30.000,-
  3. Air panas

                    III.3 Cara Kerja

Percobaan yang dilakukan untuk ukuran rumah tangga, yaitu :

Sebanyak 250 gram garam dapur, dimasukan kedalam baskom lalu ditambahkan  1 liter air panas sambil diaduk. Setelah larut semua garam biarkan sampai hangat kuku.

Selanjutnya ikan dicuci bersih dan direndam dalam larutan garam yang sudah hangat selama ±3 jam. Agar garam bisa meresap dengan baik daging ikan sebelum direndam bisa tusuk tusuk pakai ujung pisau.

Setelah direndam selama ±3 jam lalu ikan asin dijemur, bisa dijemuran dari anyaman bambu atau dengan dikat pakai tali rapia dan digantung dijemuran.

Perlakuan penjemuaran dilakukan minimal 6 jam pada cuaca yang cerah dengan senantiasa dibolak balik. Setelah kering bisa bungkus kertas dan disimpan dilemari es,  kalau mau dimasak atau ada pembeli tinggal mengambil.


 

Bab. IV Hasil Percobaan dan Pembahasan

Dari 1 kilogram ikan jamal basah, setelah dijemur masa ikan asinnya tinggal 800 gram, hal ini disebabkan ada pengurangan kadar air sebanyak 20 %.

 

Perhitungan  Keuntungan

Secara garis besar untuk pembuatan ikan asin dari 1 kilogram ikan jamal basah adalah :

  1. Modal

No

Modal

Biaya

  1.  
  2.  
  3.  

1 kilogram ikan jamal basah

250 gram garam dapur

Upah kerja

Rp 30.000,-

Rp       500,-

Rp  10.000,-

Jumlah

Rp  45.000,-

 

  1. Penjualan

Ikan asin yang diperoleh dari 1 kilogram ikan jamal basah adalah : 800 gram ikan asin siap jual. Jika harga 1 kilogram ikan asin jamal adalah : Rp 120.000,- maka akan diperoleh hasil penjualan = 0,8 X Rp 120.000,-

                                                           = Rp  96.000,-

 

  1. Keuntungan dari modal Rp 45.000 adalah :

Rp  96.000,- - Rp  45.000,- = Rp 51.000,-

Jadi keuntungannya bisa :  x 100%  =113 %

 

 

 

 

Bab. IV  Penutup

 

Kesimpulan

Pada penelitian ini diperoleh hasil yang luar biasa, bentuk usaha rumah tangga yang mudah dan menjanjikan dengan keuntungan 113 % dari modal.

                                             

Saran

Usaha ini mungkin yang jadi kendala adalah masalah pemasaran produk, tapi untuk keperluan sendiri ini cukup menguntungkan selain penghematan juga keamanan makanan dari zat kimia berbahaya bisa terhindar karena yang membuatnya kita sendiri.

Pada ahirnya penulis mengucapkan selamat mencoba semoga sukses.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

  1. Abbas Siregar Djarijah,  1995, Teknologi Tepat Guna IKAN ASIN, Jakarta : Kanisius
  2. Ir. Eddy Afrianto & Ir. Evi Liviawaty, 1995,  Pengawetan Dan Pengolahan Ikan, Jakarta : Kanisius
  3. 3.      Indriani, 2010, Sedapnya pariasi lauk ikan asin
  4. Budi Santoso, Hieronymus, Ir, 1998, Teknologi Tepat Guna IKAN ASIN, Jakarta : Kanisius

 

 

Tentang masyhudulhaq123

hello guys!!! kenalin nama gw muhammad masyhudul haq, panggil aja gw MUD. mungkin yang ngeliat nama gw pada ngerasa aneh, soalnya belum pada denger nama itu, tapi jgn salah brooo nama masyhudul haq itu punya arti cakep bangeet "yang disaksikan kebenaran" mantaaaap (y). okay gw lulusan pesantren ppi 50 lembang, dan gw skrg sekolah di Sman1 subang, ngenes banget yah.. pengennya sih dilanjutin lagi ke pesantren biar ilmunya tambah mantaaap. Hobby gw mungkin baca-baca novel fantasy atau kalo olahraganya mah futsal. insya allah mau dilanjutin ke perguruan tinggi ITB. syukran... follow juga tweet gw yah @masyhudul_haq
Tulisan ini dipublikasikan di Karya tulis ilmiah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s